Mengapa Esia Bisa Bangkrut
Masih ingat di pertengahan 2000an kita kemana2 menenteng 2 HP kemana2, kebutuhan komunikasi yg murah menjadi alasan kita membawa gadgetvsamau 2 di kantun saku baju & celana kita. Salah satu handphone tersebut adalah HP esia yg menjadi primadona layanan telpon suara yg murah & hemat. Jika jp gasom mengandalkan fitur SMS dan jangkauan sinyal, maka HP esia dengan operator nya memyasar layanan suara tanpa batas hingga telinga panas tanpa jeda meneloin tanpa takut pulsa habis. sayangnya operator ini tidak buat sa bertahan dengan perkembangan zaman yg mengandalkan internet sebagai layanan utamanya, kini hanya tinggal cerita om2 yg eksis di zaman itu.
sebenarnya mengapa Esia bisa bangkrut atau lebih tepatnya berhenti beroperasi, kami coba merangkumnya
1. Teknologi CDMA kalah dari GSM
Esia menggunakan teknologi CDMA sementara pasar Indonesia lebih cepat berkembang ke GSM, jaringan yang dipakai Telkomsel, Indosat, XL dll.
Teknologi GSM lebih fleksibel (mudah ganti kartu SIM)
* Pilihan brand HP GSM jauh lebih banyak
* Ekosistem global lebih berkembang
inilah yg menjadikan teknologi CDMA makin ditinggalkan.
2. Persaingan ketat & perang harga antar operator seluler
Operator besar seperti Telkomsel dan XL Axiata punya jaringan lebih luas dan dana lebih besar.
Esia memang sempat unggul di tarif murah, tapi tidak cukup untuk bersaing jangka panjang.
3. Perubahan ke era data/internet
Saat industri bergeser ke internet (3G, 4G), Esia terlambat beradaptasi.
* Infrastruktur CDMA tidak ideal untuk perkembangan data cepat
* Investasi upgrade butuh biaya besar, sementara kondisi keuangan sudah lemah
4. Masalah keuangan (utang besar)
Perusahaan induknya, Bakrie Telecom, terlilit utang besar.
- Kesulitan bayar utang dan operasional
- Tidak mampu investasi jaringan baru
5. Penurunan pelanggan drastis
Karena teknologi usang dan layanan kalah saing, pelanggan terus berkurang hingga akhirnya layanan dihentikan.
Kesimpulan akhir
Esia bukan bangkrut karena satu sebab saja, tapi karena:
- Salah memilih/bertahan di teknologi (CDMA)
- Kalah bersaing dengan operator GSM
- Terlambat masuk era internet
- Beban utang besar

No comments:
Post a Comment